APH Diminta Telusuri Dugaan Kecurangan Oknum Ketua Poktan Mekarsari

Lampung Utara – harianmonitor.com Pengawasan dalam pendistiribusian berbagai jenis bantuan pemerintah nampaknya perlu mendapat pengawasan lebih ketat dari Aparat Penegak Hukum (APH), dan Dinas Terkait, bila pengawasan lengah maka akan terjadi seperti distribusi pupuk bersubsidi pada kelompok tani di desa Madukoro Lama Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara.

Pupuk bantuan pemerintah yang seharusnya mensejahterakan petani, malah diduga memperkaya oknum ketua kelompok tani nya saja, bukan hanya menggunting jatah anggota, kuat dugaan oknum tersebut membuat data anggota fiktip, hal itu tentu harus jadi PR APH di kabupaten bertajuk Ragem Tunas Lampung itu, tangkap dan penjara agar menjadi efek jera.

Berikut Selengkapnya berita hasil penelusuran harianmonitor.com

Masyarakat Desa Madukoro Lama Kecamatan Kotabumi Utara Kabupaten Lampung Utara yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan), mempertanyakan sejumlah bantuan pupuk bersubsidi jenis Urea Dan NPK yang belum disalurkan Kepada anggota Poktan Mekarsari. (10/1/2024)

Pupuk bersubsidi yang di berikan Pemerintah tersebut di duga tidak tersalurkan kepada beberapa anggota kelompok tani mekarsari di desa Madukoro Lama.

Wahyu warga dusun 10 baru jaya Desa Madukoro Lama, mengatakan bahwa selama ini terdaftar sebagai anggota kelompok tani ( Poktan Mekar Sari ), namun anehnya, dirinya baru sekali menerima bantuan pupuk bersubsidi tersebut, dan selanjutnya tidak pernah mendapatkan pupuk subsidi yang harusnya dia dapatkan, tanpa adanya pemberitahuan dari Ketua Kelompoknya, dia mengakui sampai saat ini masih berstatus sebagai anggota kelompok Tani tersebut ”
Cuma dapet sekali, pertama pas pembagian pupuk, selanjutnya sampai sekarang enggak pernah dapet lagi. padahal saya masih aktif sebagai anggota kelompok, tapi enggak pernah dapat lagi. enggak tahu juga alasannya kenapa, enggak di beritahu”.

Saat dirinya mencoba bertanya kepada Ketua Kelompok perihal mengapa dirinya tidak lagi mendapatkan bantuan pupuk, Ketua kelompok hanya menjawab ” tidak tahu, itu sudah dari sana nya,” kilahnya.

Tidak hanya satu anggota, selanjutnya, Sigit warga dusun 10 baru jaya yang juga anggota poktan Mekarsari mengatakan hal yang sama bahwa dirinya pun baru menerima satu kali, selanjutnya pernah tidak dapat. Karena merasa heran tidak dapat lagi, dirinya mencoba mempertanyakan langsung ke kios guna mencari informasi dapat atau tidaknya bantuan pupuk bersubsidi tersebut. setelah ditanya ke kios ternyata dirinya masih mendapat bantuan pupuk. ” Iya pernah dapat, tapi berkelanjutan kadang juga pernah enggak dapat, saya juga bingung kayak di gilir gitu. saya juga pernah nanya sama ketua kelompok, tapi di jawab tidak ada, karena penasaran setelah saya tanya di kios ternyata ada nama saya”. Sesalnya

Keterangan berbeda lagi saat dikonfirmasi kepada oknum ketua Poktan Mekarsari Topik, dihubungi melalui whatsapp dia mengaku terkait penyaluran pupuk bersubsidi berjenis Urea dan NPK sudah seluruhnya di berikan dan di terima oleh anggota kelompok mekarsari yang seluruh anggotanya berjumlah 25 orang. ” Iya, sudah semua, anggota kelompok berjumlah 25 orang,”elaknya.

Tentu keterangan oknum Ketua Poktan Mekarsari tersebut berbanding terbalik dari hasil penelusuran tim Harianmonitor.com di lapangan, terkait adanya anggota yang tidak menerima bantuan pupuk bersubsidi sebagaimana yang dijelaskan olehnya, ada juga masyarakat yang terdaftar sebagai anggota tapi tidak pernah sama sekali mendapatkan bantuan pupuk tersebut, Kuat dugaan oknum ketua Poktan tersebut fiktifkan data anggota sebagai syarat penebusan kekios pupuk bersubsidi, untuk menyelamatkan uang Negara diharapkan APH dapat mendalami dugaan kecurangan dalam pendistribusian pupuk bersubsidi Poktan Mekarsari tersebut .(red).

About The Author